Kamis, 19 Oktober 2017

Bupati Lombok Barat Ingatkan Cegah Putus Sekolah

id Lombok Barat
Bupati Lombok Barat Ingatkan Cegah Putus Sekolah
Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid
"Saya minta masyarakat jangan sampai biarkan anaknya putus sekolah"
Lombok Barat (Antara NTB) - Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengingatkan warganya untuk ikut berperan membantu pemerintah dalam mencegah anak putus sekolah.

"Saya minta masyarakat jangan sampai biarkan anaknya putus sekolah," katanya, pada acara Safari Ramadan di Masjid Puncang Daye, Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Kamis.

Bupati yang akrab disapa Ojan ini tidak menginginkan anak-anak di daerahnya putus sekolah karena alasan ekonomi, mengingat pemerintah daerah sudah memberikan kelonggaran berupa sekolah gratis bagi warga kurang mampu.

Menurut dia, sangat tidak beralasan jika orang tua membiarkan anaknya putus sekolah dengan alasan ekonomi. Padahal orang tua mampu membeli rokok setiap hari.

"Itu kan tidak nyambung. Itu bukan tidak mampu, tapi memang tidak mau menyekolahkan anak namanya," ujar pria yang pernah menjadi dosen ini.

Kalau mau melihat anak maju, kata Ojan lagi, maka satu-satunya jalan adalah harus sekolah.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Nusa Tenggara Barat ini mengaku sedih melihat anak putus sekolah, apalagi karena nikah muda.

"Baru kelas 3 SMP sudah nikah. Minimal sudah tamat SMA baru nikah. Idealnya untuk laki-laki umur nikah itu 23 tahun dan perempuan 21 tahun," ujarnya pula.

Menurutnya, bila menikah di bawah umur tersebut berarti masih belum matang, sehingga akan berpengaruh kepada keturunan yang akan dilahirkan, seperti akan lemah secara fisik, mudah sakit, dan bodoh.

"Jadi menikahlah setelah matang dan cukup umur," katanya memberikan imbauan kepada jemaah yang hadir pada acara Safari Ramadan itu pula. (*)

Editor: Awaludin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga